Senja bersama rindu

Senja sore ini, mengajarkan ku untuk memaafkan dan mengikhlaskan , bukan melupakan.
senjaaa..

Nada indah terus dilantunkan arus sungai seolah saling bersautan, tak mau kalah bersaing dengan angin yang tampak asik bermain bersama ranting dan daun.
Mereka kulihat sangat gembira mengiringi pertemuan singkat kita,

aku merindukan mu, yaaa kamu yang bukan untuk ku. aku tau ituuu.
bagaimana mungkin ?
itu mungkin
Aku tau diriku lemah, tak berdaya ketika menatap kilauan lembut sapa mu.

Sudah lama memang kita tak bersuah.
Awan gelap selalu memelukmu erat, menjadi orang ketiga antara aku dan kau.
Aku hanya penikmat mu , kau berhak pergi kapan pun. tapi kenapaaaa?

setelah kau menampakan keindahan mu, kau pergi dengan meninggalkan bekas.
semesta selalu menayakan tentang perasaan ini padamu, namun rinduku telah menjawab semuanya.
senjaa, kau adalah jingga kuu

esok hari kau akan menemui ku, bukan? ku harap begitu. walaupun ku harus menahan rindu
yaa aku tidak tau pasti, kau akan datang dengan keindahan mu atauu kau tak akan datang karena semesta tak mengizinkan mu .

Senja adalah sebuah pilihan tetapi rindu bukan untuk di pilih .

Hangat rayuan senja menggoda ku di sore ini.

Walau aku tau mungkin itu tidak tepat karena waktupun tidak akan pernah mengakui dirinya bersalah atas semua rinduku padamu. 

Komentar

Posting Komentar